Indonesia Negara terbesar yang rakyatnya banyak Berhijab
Sebagai salah satu negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia,
target Indonesia untuk menjadi kiblat fashion muslim dunia 2020
sepertinya bukan hal yang mustahil. Bahkan Ascia Akf, blogger terkenal
asal Kuwait juga terang-terangan memuji fashion muslim Indonesia.
"Perkembangan tren fashion hijab di Indonesia sangat dinamis dan
menarik. Ada beragam model dan warna yang dikreasikan. Saya sangat
mengagumi fasyen hijab di sini," katanya saat menghadiri fashion show
tunggal Dian Pelangi di Jakarta, belum lama ini.
Hal senada juga diungkapkan Dian Pelangi. Desainer busana muslim yang
sudah beberapa kali menggelar fashion show di luar negeri ini mengaku,
masyarakat luar negeri memang banyak yang mengagumi fashion muslim
Indonesia.
“Busana muslim kita itu sangat kreatif. Style dan warna apapun ada.
Semua orang bisa berkreasi sendiri dengan cara apapun, namun tetap
sesuai dengan syariat Islam. Jadi sangat pantas kalau disebut sebagai
kiblat fashion muslim dunia,” katanya.
Sabtu (3/8) lalu, Prapancha Research (PR) juga baru saja mengeluarkan
analisanya bahwa Indonesia siap menjadi pusat mode busana muslim dunia.
Kesimpulan ini didapat berdasarkan pantauan terhadap jejaring sosial
selama kurun waktu 1 Agustus 2011-1 Agustus 2013. Namun, promosi dan
pembentukan jaringan internasional mesti gencar dilakukan bila negeri
ini tak ingin kehilangan momentum.
“Tentu saja tak pernah ada pendataan seberapa banyak pengguna jilbab di
Indonesia. Tetapi ada 5.447 perbincangan tentang jilbab di Twitter per
hari,” ujar Muhammad R. Nirasma, analis PR.
Sebagai perbandingan, kata kunci “rok” diperbincangkan sebanyak 7.526
kali per hari, “topi” diperbincangkan 5.295 kali per hari, dan “kemeja”
3.513 kali per hari. “Kita tahu busana-busana ini tak pernah terlepas
dari keseharian kita. Dengan frekuensi perbincangan yang tak kalah
banyak, bisa dibilang jilbab juga sudah menjadi bagian dari keseharian
masyarakat Indonesia,” imbuh Nirasma.
Hanya saja, PR mendapati media-media internasional masih cenderung belum
memersepsikan Indonesia sebagai negara yang perlu diperhitungkan dalam
kancah busana muslim global. Kalaupun disinggung oleh media-media
mancanegara dalam berbagai artikel tentang industri busana muslim,
Indonesia dipandang baru sebatas salah satu pasar potensial.
“Ajang-ajang busana muslim yang kerap menjadi buah bibir adalah
ajang-ajang di Barat, Arab, atau terkadang India. Nama-nama desainer
maupun brand yang dikenal pun berasal dari ketiga wilayah ini,” tambah
Nirasma.
Harus Gencar Promo ke Luar Negeri
Menurut Jeny Tjahyawati, salah satu desainer busana muslim Indonesia,
maraknya event fashion show yang menampilkan busana muslim seperti
Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF), Indonesia Fashion Week (IFW),
Jakarta Fashion Week (JFW), Ramadan Runway dan lainnya menjadi langkah
positif untuk branding industri kreatif busana muslim.
“Desainer Indonesia harus mulai berani melangkah mengikuti ajang fashion
show dan memasarkan busana muslimnya ke luar negeri, baik ke Negara
mayoritas muslim maupun Negara minoritas muslim,” kata salah satu
pendiri HijabersMom Community ini kepada Seruu.com di Jakarta, Minggu
(4/8/2013).
Tentu saja langkah ini harus didukung oleh pemerintah. “Sudah waktunya
busana muslim Indonesia go internasional. Seperti contohnya Negara
Malaysia yang sudah gencar melakukan promosi busana muslimnya ke seluruh
dunia, harusnya kita juga melakukan hal itu,” tambah Jeny.
Malaysia sendiri menurutnya sudah membuat event Islamic Fashion sejak
2006, sementara Indonesia baru mencanangkannya tahun 2010. Meski begitu,
Jenny mengaku bangga karena Indonesia sudah bisa menguasai pasar
terbesar di Asia.
“Insya Allah tahun 2015 Indonesia bisa menguasai pasar Asia, dan 2018
untuk pasar dunia. Jadi bisa lebih cepat dari prediksi pemerintah,” ucap
desainer yang baru saja diundang untuk menggelar fashion show di acara
The Urban Moslem Women Show di London, Inggris.
Belakangan ini, media internasional memang mulai marak mengangkat
potensi industri busana muslim dunia. Potensi ini dianggap sebagai
kesempatan di tengah lesunya perekonomian Barat, kian meningkatnya
populasi muslim global, dan fakta bahwa sebagian besar populasi muslim
berada pada usia produktif. Ditaksir bahwa kini nilai industri ini
secara global mencapai US$96 miliar.
Potensi menjanjikan Indonesia ini bahkan tak tertangkap oleh
analis-analis luar. Sebagian besar pemerhati industri busana muslim
dalam artikel-artikelnya selalu ramai mendiskusikan pasar Eropa, Amerika
Serikat, atau Timur Tengah.
Menjamurnya gerai-gerai jilbab di Indonesia memperlihatkan kalangan
wirausaha tanah air sudah berhasil memanfaatkan pasar domestik yang
menjanjikan ini. Namun sangat disayangkan apabila kita berhenti hanya
pada titik ini.
“Indonesia punya semuanya. Punya pasar, bahan baku, pabrik, desainer,
pemodal. Kekurangannya hanya jalur untuk go international. Para pelaku
industri tak bisa melakukan ini sendirian. Pemerintah harus turut
membantu agar visi Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia tidak
hanya menjadi retorika semata,”
Baju Muslim
Toko Online Baju Muslim
Untuk pemesanan silahkan kirim :
Nama | Alamat Lengkap | Nomor yang dapat dihubungi.
Jumlah | Nama Produk | Model | Warna | Ukuran.
Telp:
0813 1110 6637
0857 1930 6033
0877 7107 9633
021 - 741 1472
SMS Center:
0857 1930 6033